Ta’arufan dengan Ilmu Nahwu

Hits: 15

unnamed 2 - Ta'arufan dengan Ilmu Nahwu

Lisanuna.com – Bahasa merupakan satu wujud yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, sehingga dapat dikatakan bahwa bahasa itu adalah milik manusia yang telah menyatu dengan pemiliknya. Sebagai salah satu milik manusia, bahasa selalu muncul dalam segala aspek dan kegiatan manusia. Tidak ada satu kegiatan manusia pun yang tidak disertai dengan kehadiran bahasa. Oleh karena itu, jika orang bertanya apakah bahasa itu, maka jawabannya dapat bermacam-macam sejalan dengan bidang kegiatan tempat bahasa itu digunakan. Jawaban seperti, bahasa adalah alat untuk menyampaikan isi pikiran, bahasa adalah alat untuk berinteraksi, bahasa adalah alat untuk mengekspresikan diri, dan bahasa adalah alat untuk menampung hasil kebudayaan, semuanya dapat diterima. Bahasa sendiri memiliki banyak varian, ada bahasa Indonesia, bahasa Mandarin, bahasa Jepang, bahasa Arab, bahasa Inggris, dan masih banyak lagi.

Bahasa Arab adalah salah satu bahasa Semit Tengah yang termasuk dalam rumpun bahasa Semit dan berkerabat dengan bahasa Ibrani dan bahasa-bahasa Neo Arami. Bahasa Arab memliki lebih banyak penutur darpada bahasa-bahasa lainnya dalam rumpun bahasa Semit. Ia dituturkan oleh lebih dari 280 juta orangsebagai bahasa pertama, yang mana sebagian besar tinggal di Timur Tengah dan Afrika Utara. Bahasa ini adalah bahasa resmi dari 25 negara, bahasa Arab sendiri merupakan bahasa tetap di organisasi perserikatan bangsa-bangsa (PBB), bahasa Arab sendiri dijuluki bahasa tertua yang hidup di dunia, karena manusia pertama adalah Nabi Adam as dan pada saat itu bahasa yang dgunakan adalah bahasa Arab, dan bahasa Arab merupakan bahasa peribadatan dalam agama Islam karena merupakan bahasa yang digunakan dalam kitab suci umat Islam yaitu Al-Qur’an.

Belajar bahasa Arab tidak jauh dari ilmu nahwu. Karena ilmu ini adalah ilmu yang membahas tentang gramatika bahasa Arab. Ilmu ini sangat penting dikalangan pakar ilmu linguistik bahasa Arab. Pengertian nahwu sendiri menurut bahasa adalah (الطريق و الجهة) jalan dan arah. Sedangkan menurut istilah nahwu adalah:

النحو قواعد يعرف بها وظيفة كل كلمة داخل الجملة و ضبط أواخر الكلمات و كيفية إعرابها

Nahwu adalah kaidah-kaidah untuk mengetahui fungsi dari tiap kalimat (kata) dalam sebuah jumlah (kalimat), aturan harokat akhir, dan cara mengi’robinya. Yang berarti pengertian dari ilmu nahwu itu sendiri adalah ilmu yang membahas tentang struktur kalimat bahasa Arab. Dengan menguasai ilmu ini, kita mampu meyusun kalimat dengan kaidah-kaidah bahasa Arab yang baik dan benar.

Pembahasan tentang ilmu nahwu yang pertama adalah (الكلمة و أنواعها  ) atau kata dan jenis-jenisnya. Kalimah (الكلمة) dalam bahasa Arab yang artinya kata.

الكلمة هي لفظ وضع لمعنى مفرد

Secara istilah kalimah adalah lafadz atau kata yang berdiri sendiri (mufrod) yaitu kata yang belum tersusun dengan kata-kata yang lain untuk membentuk menjadi sebuah kalimat yang sempurna. Kata dalam ilmu nahwu terbagi menjadi 3 jenis yaitu (اسم) ismun, (فعل) fi’ilun dan (وحرف) harfun.

اسم وهو مادل على معنى في نفسه غير مقترن بزمن أي كل لفط يسمى به إنسان أو حيوان، أو نبات، أو جماد أو شىء آخر

Ismun dapat kita artikan sebagai kata benda. Yang termasuk atau tergolong menjadi kata benda dalam bahasa Arab adalah manusia, hewan, tumbuhan, atau benda mati dan lain sebagainya. Contohny Soni, kucing, bunga, atau meja.

فعل وهو مادل على معنى في نفسه مقترن بزمن أي كل لفظ يدل على حصول عمل في زمن خاص. تقسيم الفعل باعتبار زمنه إلى ثلاثة أقسام : فعل الماضى، فعل مضارع، فعل الأمر

Fi’lun adalah kata kerja yaitu kata kerja yang menunjukkan pada suatu kejadian yang terjadi di masa lampau, sekarang, atau masa yang akan datang. Pembagian kata kerja terbagi menjadi 3 bagian yaitu: fi’lul madhi, fi’lul mudhori’ dan fi’il amr.

فعل الماضى هو كل فعل يدل على حصول عمل في الزمن الماضى، المثال: ذهب الرجل

Fi’lul madhi adalah kata kerja yang menunjukkan suatu kejadian yang terjadi di masa lampau atau kata yang mengandung makna yang berarti telah dilakukan, contohnya: lelaki itu telah pergi.

فعل مضارع هو كل فعل يدل على حصول عمل في الزمن الحاضر أو المستقبل، ولابد أن يكون مبدوءا بحرف من أحرف المضارعة وهي الهمزة والنون والياء والتاء، المثال : أغسل يدي، نلعب بالكرة، يكتب الكاتب، تأكل البنت

Fi’lul mudhori’ adalah kata kerja yang menunjukkan suatu kejadian yang terjadi di masa sekarang atau kata yang mengandung makna yang berarti sedang dilakukan, dan harus diawali dengan huruf mudhori’ yaitu hamzah, nun, ya’ dan ta’ contohnya: saya sedang mencuci tangan, kita sedang bermain bola, penulis sedang menulis anak perempuan sedang makan.

فعل الأمر هو كل فعل يطلب به حصول شىء في الزمن المستقبل، المثال: قل

Fi’lul amr adalah kata kerja yang menunjukkan suatu kejadian yang terjadi di masa yang akan datang atau kata yang mengandung makna yang berarti akan dilakukan,  contohnya: katakanlah!

حرف وهو مادل على معنى في غيره أي كل لفظ لا يظهر معناه كاملا إلا مع غيره، المثال: في، على، إلى و من

Huruf adalah kata yang tidak berarti apa-apa jika bardiri sendiri, yaitu kata yang bukan termasuk ismun bukan juga termasuk fi’lun, contohnya: didalam, diatas, ke dan dari.

Di Indonesia sendiri, seiring dengan perkembangan agama Islam, ilmu nahwu mulai banyak yang mempelajari, terutama di pesantren-pesantren salaf. Diantara kitab nahwu yang populer yang sering digunakan di kalangan pelajar adalah Alfiyah Ibn Malik, Al-Imrithi, dan Al-Jurumiyah. Mempelajari ilmu nahwu selain bermanfaat dalam memahami bahasa arab, juga bermanfaat untuk memahami ilmu-ilmu yang lain, seperti ilmu fiqh, ilmu hadis, ilmu tafsir, dan ilmu-ilmu lainnya yang berhubungan dengan bahasa arab. Semoga bermanfaat!

Refrensi:

  • Ilmu Nahwu Wadhih 1 Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo Indonesia
  • Mudzakiroh Nahwu Wa Shorf Universitas Islamiyyah Madinah Al-Munawwaroh
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *