RTS ( Ramadan Term Series ) – 1 : Asal Muasal Kata Ramadan

Hits: 44

هي فوائد شهر رمضان - RTS ( Ramadan Term Series ) - 1 : Asal Muasal Kata Ramadan

Lisanuna.com – Artikel ini ditulis pada H-39 Ramadan. Segmen RTS ( Ramadan Term Series ) akan membahas istilah – istilah yang berkaitan dengan bulan ke-9 dari penanggalan Hijriah ini. Kata – kata yang familiar di telinga kita selama bulan tersebut. Di bulan ini biasanya mendadak keluar istilah – istilah yang tak biasa digunakan di bulan lain dalam sistem penanggalan Hijriah. Tujuan ditulisnya artikel ini adalah, agar kita tahu  rekam jejak istilah alias asal muasal kata tersebut dan bagaimana cara penggunaannya yang tepat. berikut adalah asal muasal kata ramadan setelah dilakukan penelusuran oleh penulis.

 FAKTA UNIK KATA RAMADAN

                Sebelum beranjak pada asal –muasal kata Ramadan digunakan sebagai nama bulan. Ada fakta unik dibalik kata ini. Yakni, dalam Al-Qur’an, kata ini hanya sekali digunakan secara eksplisit. Selebihnya tersimpan dalam dhamir baik yang Bariz maupun Mustatir. Kata tersebut terletak pada surat Al-Baqarah ayat 185

شَهْرُ رَمَضانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدىً لِلنَّاسِ وَبَيِّناتٍ مِنَ الْهُدى وَالْفُرْقانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كانَ مَرِيضاً أَوْ عَلى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلى مَا هَداكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Selain itu, ayat ini adalah ayat yang membahas hubungan yang begitu kuat antara bulan Ramadan dengan Al-Qur’an. Sehingga Ramadan disebut pula dengan istilah Syahr Al-Qur’an. Bahkan bulan ini menjadi Istimewa, karena bulan ini mendapat hak khusus untuk menjadi setting waktu ketika Al-Qur’an diturunkan. Sama dengan bahasa Arab, yang jadi mulia sebab dijadikan bahasa Al-Qur’an.

LACAK KATA RAMADAN

                Data yang paling mudah untuk melacak asal muasal kata Ramadan adalah dengan menggunakan Ayat Al-Qur’an. Sebab, diksi yang digunakan sudah pasti pas. Tinggal mencari pendapat dan sikap para ulama terhadap kata tersebut. Bahasan soal asal muasal kata Ramadan ini, salah satunya ditemukan dalam Tafsir Fath Al-Qadir karya Muhammad As-Syaukani (w.1834 M). Dalam tafsir tersebut ditemukan 2 versi asal kata Ramadan. Pertama, berasal dari Fi’il رمض – يرمض

رَمَضانَ مَأْخُوذٌ مِنْ: رَمِضَ الصَّائِمُ يَرْمَضُ: إِذَا احْتَرَقَ جَوْفُهُ مِنْ شِدَّةِ الْعَطَشِ،

“Ramadan diambil dari kata -Ramidha As-Shaim Yarmadh- yakni kondisi ketika rongga tenggorokan seorang yang puasa terbakar sebab haus yang parah”

Baca Juga : Sejarah Pembaharuan Ilmu Nahwu

Fi’il tersebut adalah gambaran kondisi fisik bibir seseorang yang sedang menjalankan puasa. Kedua, ada yang mengatakan berasal dari kata رمضاء

وَالرَّمْضَاءُ مَمْدُودٌ : شِدَّةُ الْحَرِّ. وَمِنْهُ: الْحَدِيثُ الثَّابِتُ فِي الصَّحِيحِ: «صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ إِذَا رَمِضَتِ الْفِصَالُ» أَيْ أَحْرَقَتِ الرَّمْضَاءُ أَجْوَافَهَا

“ (ada pula yang berpendapat bahwa berasal dari kata) Ramdhaa’ – dengan dipanjangkan dhadnya-, yakni panas yang sangat. Oleh karenanya, sebuah hadis dalam kitab As-Sahih menyebutkan : Shalat Al-Awwabin Idza Ramidhat Al-Fisal. (Shalat Awwabin dilakukan ketika anak – anak unta mulai kepanasan)  Maksudnya Shalat dhuha dikerjakan ketika Ramdhaa’ (panas yang sangat) membakar hingga ke perut anak – anak unta”

Hal yang sama, diungkapkan oleh Al-Qurthuby dalam Tafsirnya. Menurut beliau, orang – orang di masa lampau menamai bulan sesuai dengan suasana yang terjadi di bulan tersebut, maka Ramadan dijadikan nama sebuah bulan karena kondisi cuacanya yang sangat panas, hingga membuat orang terbakar kehausan

يُقَالُ إِنَّهُمْ لَمَّا نَقَلُوا أَسْمَاءَ الشُّهُورِ عَنِ اللُّغَةِ الْقَدِيمَةِ سَمَّوْهَا بِالْأَزْمِنَةِ الَّتِي وَقَعَتْ فِيهَا، فَوَافَقَ هَذَا الشَّهْرُ أَيَّامَ رَمِضَ الْحَرُّ فَسُمِّيَ بِذَلِكَ.

“Dikatakan, bahwasanya mereka (orang Arab kuno) ketika menjadikan bahasa kuno menjadi nama bulan, maka mereka akan menamainya dengan masa – masa yang sedang terjadi di bulan – bulan tersebut. bulan Ramadan ini bertepatan dengan hari – hari yang sangat panas (Ramidha Al-Hurr), maka dinamailah dengan hal tersebut”.

RAMADAN DALAM KAMUS

Secara ke-tata bahasa-an Arab, kata رمضان merupakan bagian dari Isim ‘Alam ( name of thing). Yakni kata – kata yang khusus digunakan sebagai penamaan suatu hal. Disini, kata رمضان dijadikan nama untuk bulan ke-9 dalam sistem kalender Hijriah. Tambahan afiks Alif dan Nun  dibelakang adalah tanda ke ­- ghayru munsharif – annya dari sisi lafadz.

Dalam kamus – kamus bahasa Arab, asal kata Ramadan kebanyakan dijelaskan sama dengan apa yang dikatana Asy-Syaukani dan Al-Qurthuby. Kamus – kamus generasi awal seperti Maqayis Al-Lughah dan Lisan Al-‘Arab kebanyakan menggunakan sistem implementasi langsung terhadap contoh – contoh kalimat yang dihasilkan. Tujuannya agar Madlul dari kata tersebut cepat di-encoding oleh otak manusia.

Baca Juga : Psikologi dan Bahasa

Berbeda dengan kamus modern, seperti Mu’jam Al-Lughah Al-‘Arabiyah Al-‘Mu’ashirah karya Ahmad Mukhtar Umar. Model kamusnya sudah definitive, dan menjelaskan Ramadan secara spesifik sebagai nama bagi sebuah bulan. Bahkan kata رمض tidak disinggung sama sekali, karena memang secara umum sudah sangat jarang digunakan

رَمَضانُ [مفرد]: ج رَمَضانات وأرمضاء وأرمضة ورماضين: الشّهر التَّاسع من شهور السَّنة الهجريَّة، يأتي بعد شعبان ويليه شَوَّال، وهو شهر الصَّوم في الإسلام .

“Ramadan (k.t) j. Ramadanaat,  Armidha’ . Armidhat, dan Ramaadhin. yakni bulan ke Sembilan dari 12 bulan hijriah. Terjadi setelah Sya’ban dan sebelum Syawal. Dalam Islam, bulan ini adalah bulan puasa”.

PENYERAPAN OLEH BAHASA INDONESIA

Kita seringkali salah menyebutkan istilah keislaman di dalam tulisan berbahasa Indonesia. Hal ini karena kurangnya wawasan kita aka nisi KBBI. Seperti kata Sholat, yang tulisan standarnya adalah Salat. Atau Shodqoh, yang kata bakunya adalah sedekah. Dan lain sebagainya. Termasuk Ramadan. Masih banyak yang menulis Romadhon, Ramadhan, Romadlon, dan lain sebagainya. Padahal ungkapan yang benar adalah “Ramadan” sesuai dengan KBBI. Maka jika menulis artikel berbahasa Indonesia, gunakanlah aturan tersebut. Terutama dalam dokumen – dokumen resmi dan penting.

a31804e1a14add56df16d3fb9dc55213?s=250&d=mm&r=g - RTS ( Ramadan Term Series ) - 1 : Asal Muasal Kata Ramadan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *