Nawal El-Sa’dawi berpulang : Sastrawan dan Aktivis Feminisme Mesir

Hits: 43

116187532 occupy gettyimages 536197222 - Nawal El-Sa’dawi berpulang : Sastrawan dan Aktivis Feminisme Mesir

Dunia Studi Sastra Arab di seluruh dunia kembali berduka. Sastrawan wanita, aktivis feminisme Timur Tengah, Nawal El-Sa’dawi telah berpulang di Usia 89 Tahun. Dilansir dari Bawabah Ahram (media mainstream Mesir), dr. Mona Helmy, putrinya menyampaikan bahwa kondisi  kesehatan ibundanya sudah memburuk beberapa hari terakhir. El-sa’dawi dirujuk ke Nasser Institute For Research and Treatment Kurnisy, Kairo. Untuk menerima pengobatan akibat patah tulang di paha sebelah kiri.

Kementerian Kesehatan Mesir menyatakan bahwa biaya pengobatan El-sa’dawi akan ditanggung oleh negara. Namun karena pelayanan yang kurang baik, Mona membawa ibunya untuk dirawat di rumah sakit swasta dengan biya pribadi. Di masa – masa terakhirnya, El-sa’dawi mengalami kesulitan menelan makanan hingga akhirnya harus dipasangkan selang di bagian perutnya. El-sa’dawi menghembuskan nafas terakhirnya sore tadi 21 Maret 2021 di salah satu rumah sakit swasta, di Kairo.

El-sa’dawi merupakan seorang dokter bedah jantung, psikiater, penulis, dan aktivis kesetaraan gender Mesir yang pemikirannya begitu kontroversional. Dalam dunia sastra, beliau adalah sastrawan wanita pertama yang menyuguhkan pemikiran feminisnya pada karya sastranya yang fenomenal, Al-Mar’ah ‘inda  Nuqthat As-Shafr / Woman at Point Zero / Perempuan di titik Nol . dalam dunia studi sastra Arab dan kajian kesetaraan gender di Indonesia, buku ini bak kitab suci yang menjadi sorotan bagi para akademisinya. Sudah berapa ratus atau bahkan ribu novel beliau ini menjadi objek penelitian mahasiswa Indonesia dalam studi sastra.

El-sa’dawi adalah seorang aktivis yang brilian, karya – karyanya yang kontroversional mewarnai jagad dunia feminisme timur tengah, dan juga sastra. Karir El-sa’dawi sebagai seorang penulis dimulai tahun 1957, ketika beliau menjadi salah satu kontributor antologi cerpen bertajuk Ta’allamtu Al-Hubb / I Learned Love. Novel pertamanya terbit tahun 1958, berjudul Mudzakaraat Thabibah / Memoirs of a Woman Doctor. Tahun 1972, beliau mulai menulis tentang gagasan – gagasannya secara terbuka, salah satunya dalam buku Al-Mar’ah Wa Al-Jins / Women and Sex.  Perempuan di titik nol juga ditulis di tahun ini.

Tak hanya bersuara melalui tulisan, El-sa’dawi juga seringkali turun ke jalan untuk memperjuangkan opini – opininya. Tahun 1981 El-sa’dawi dijebloskan ke penjara karena diduga ikut serta dalam barisan oposisi terhadap presiden Anwar Saadat. Pasca penembakan Sadat, El-sa’dawi dibebaskan, namun kehidupannya diawasi dan karya – karyanya dilarang beredar.

El-Sa’dawi telah menerima berbagai penghargaan kelas dunia atas perjuangannya, diantaranya North-South Prize dari Dewan Uni-Eropa tahun 2004 dan masuk sebagai BBC’s 100 Women tahun 2015. Karya – karya beliau telah diterjemahkan ke lebih dari 10 bahasa dunia, termasuk Inggris, Jerman, Prancis, dan Indonesia.

a31804e1a14add56df16d3fb9dc55213?s=250&d=mm&r=g - Nawal El-Sa’dawi berpulang : Sastrawan dan Aktivis Feminisme Mesir
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *