Modernisasi Ilmu Sharf

Hits: 22

PRINT 32712 fcover 1 - Modernisasi Ilmu Sharf

Lisanuna.com – Ibnu Jinni (W. 392 H) pernah berkata soal ilmu Sharf, bahwa Ilmu Sharf atau dulu disebut dengan Tashrif adalah skill yang sangat dibutuhkan oleh para pemerhati bahasa Arab, bahkan sangat krusial. Karena Tashrif adalah timbangan atau alat ukur bahasa Arab, dari nya bisa diidentifikasi asal muasal kalam – kalam yang diucapkan oleh orang Arab, serta zawaid (huruf – huruf tambahan) dan kemampuan untuk mengembangkan-isytiqaq (derivasi ) kata – kata tersebut.

Seperti kebanyakan disiplin ilmu linguistik arab, ilmu sharf melalui 2 fase penting, yakni fase kuno dan modernisasi. Pada masa lampau, sharf dikenal sebagai ilmu yang berfungsi layaknya sebuah takaran dalam bahasa  Arab, darinya kita bisa tau kontruksi sebuah kata dan material huruf dasar yang membentuknya, serta perubahan – perubahannya.

Di era ini, para linguis Arab masih belum memisahkan antara ilmu nahwu dan ilmu sharf, bukan sengaja mencampurkan, namun memang kebutuhan untuk memisahkannya masih belum ada. Karena pada saat itu insting berbahasa masih lumayan kuat. Dikotomisasi ilmu nahwu dan sharf mulai dilakukan saat Islam sudah membaur dengan bangsa – bangsa lain dengan berbagai macam bahasa, untuk menjaga orisinilitas bahasa Arab, diperincilah keilmuan bahasa Arab guna menjaga orisinilitas dan membantu para non native speaker untuk belajar bahasa Arab.

Pembentukan ruang – ruang tersendiri antar satu pembahasan dengan satu keilmuan bahasa Arab dapat dilihat di artikel tentang “Hierarki linguistik”. Oleh karena itu, jika kita baca referensi – referensi lama bahasa Arab, seperti Alfiyah ibn Malik, Al-Kitab li Sibawaih, dan lain lain. Kitab yang dikenal sebagai kitab nahwu, pun akan tak sedikit membahas soal sharf.

Sharf seringkali dijadikan konklusi dari setiap permasalahan yang dibahas dalam kitab – kitab ilmu nahwu, sehingga kerap kali kita anggap pemabahasan keduanya rancu. Orang pertama yang mengarang kitab yang secara khusus membahas ilmu Sharf adalah  Abu Usman Al-Mazini (W. 245 H) dengan judul Kitab At-Tashrif yang kemudian disyarahi oleh Ibnu Al-Jinni lewat Al-Mushnif fi Syarh Kitab At-Tashrif.

Dalam kajian para linguis modern, Ilmu Sharf dikategorikan menurut pembagian disiplin ilmu linguistik modern. Seperti yang kita ketahui bersama, Bahasa dibentuk dari 4 unsur utama : Suara, kata, susunan kata, dan makna. Yang masing – masing punya bidang ilmu yang membidanginya. Fonologi sebagai ilmu yang mengkaji secara khusus bunyi, yang menjadi dasar sebuah bahasa. Kemudian kata dan morfem nya yang dikaji dalam kajian ilmu morfologi. Susunan katanya yang dibahas begitu lengkap di ilmu sintaksis. Dan makna yang merupakan wilayah kajian ilmu semantik.

Para linguis arab modern bersepakat, bahwa Ilmu Sharf adalah analogi yang pas untuk disiplin Morfologi. Karena Sharf punya kekuasaan di wilayah permainan kata, kata dasar, afiks, dan tambahan – tambahan lainnya dari materi yang paling dasar, yakni morfem. Semenjak saat itu banyak yang mengkaji Ilmu Sharf dengan pendekatan Morfologi modern, dan teori – teori Morfologi barat.

Sumber :

  1. Ash-Sharf At-Ta’limi – Dr. Mahmud Sulaiman Yaqut
a31804e1a14add56df16d3fb9dc55213?s=250&d=mm&r=g - Modernisasi Ilmu Sharf
Latest posts by Muhammad Bachrul Ulum (see all)
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *