Mengenal Mubtada dan Khobar

Hits: 33

muslimah 1 - Mengenal Mubtada dan Khobar

Lisanuna.com – Pada kesempatan kali ini penulis akan membahas materi ketiga dalan kajian ilmu nahwu. Pada pertemuan sebelum-sebelumnya, penulis telah membahas materi pertama dalam kajian ilmu nahwu yaitu tentang kata dan jenis-jenisnya yang dalam bahasa Arab disebut الكلمة و أنواعها Dalam materi pertama penulis telah mengetahui apa itu (اسم), (فعل) dan (حرف). Pada materi kedua penulis pun telah mempelajari tentang fa’il (فاعل) dan mafulun bih (مفعول به).

Mempelajari kedua materi dasar diatas dalam kajian ilmu nahwu sangatlah penting, karena kedua materi dasar diatas adalah kunci untuk menguasai ilmu nahwu sesuai pengertian ilmu nahwu itu sendiri yaitu ilmu yang membahas tentang struktur kalimat bahasa Arab. Jika dua materi diatas sudah kita kuasai, kita mampu meyusun kalimat dengan kaidah-kaidah bahasa Arab yang baik dan benar.

Dan pada kesempatan kali ini penulis akan membahas tentang mubtada’ dan khobar المبتدأ والخبر. Apa itu mubtada’??? dan apa itu khobar???, berikut penjelasan beserta contohnya:

المُبْتَدَأ هُوَ اِسْمٌ مَرْفُوْعٌ فِيْ أًوَّلِ الجُمْلَةِ

الخَبَرُ هُوَ اِسْمٌ مَرْفُوْعٌ يُكَوِّنُ مَعَ الْمُبْتَدَأْ جُمْلَةً مُفِيْدَةً

Mubtada’ adalah kata benda yang berada di awal kalimat, sedangkan khobar adalah kata kerja yang dibentuk untuk menjelaskan mubtada’ dalam suatu kalimat. Contohnya :

  • ـ القِطَارُ سَرِيْعٌ                         (Mubtada’ Khobar)
  • ـ النَظَافَةُ وَاجِبَةٌ                        (Mubtada’ Khobar)
  • ـ الأَرْضُ مُسْتَدِيْرَةٌ                     (Mubtada’ Khobar)

Contoh kalimat diatas merupakan susunan mubtada’ dan khobar. Seperti pada contoh pertama yaitu (القِطَارُ سَرِيْعٌ), (القِطَارُ) yang berarti kereta merupakan mubtada’, sedangkan (سَرِيْعٌ) yang berarti cepat merupakan khobar. Kata cepat disini menjelaskan atau melengkapi makna pada kereta yang berarti maksud dari kalimat tersebut adalah kereta itu cepat.

Jika mubtada’ berdiri sendiri tanpa adanya khobar maksud dari kalimat tersebut tidak dapat dimengerti. Seperti halnya kata “kereta” jika berdiri sendiri maksud dari kalimat tersebut tidak dapat dimengerti, berbeda jika kita sertakan kata “cepat” yang merupakan khobar, maka kalimat tersebut dapat dimengerti.

Begitupun pada contoh kedua yaitu (النَظَافَةُ وَاجِبَةٌ), (النَظَافَةُ) yang berarti bersih merupakan mubtada’, sedangkan (وَاجِبَةٌ) yang berarti wajib merupakan khobar. Kata wajib disini menjelaskan atau melengkapi makna pada bersih yang berarti maksud dari kalimat tersebut adalah bersih itu wajib.

Jika mubtada’ berdiri sendiri tanpa adanya khobar maksud dari kalimat tersebut tidak dapat dimengerti. Seperti halnya kata “bersih” jika berdiri sendiri maksud dari kalimat tersebut tidak dapat dimengerti, berbeda jika kita sertakan kata “wajib” yang merupakan khobar, maka kalimat tersebut dapat dimengerti.

Sama halnya pada contoh pertama dan kedua contoh ketiga itu seperti itu yaitu (الأَرْضُ مُسْتَدِيْرَةٌ), (الأَرْضُ) yang berarti bumi merupakan mubtada’, sedangkan (مُسْتَدِيْرَةٌ) yang berarti bulat merupakan khobar.

Kata bulat disini menjelaskan atau melengkapi makna pada bumi yang berarti maksud dari kalimat tersebut adalah bumi itu bulat Jika mubtada’ berdiri sendiri tanpa adanya khobar maksud dari kalimat tersebut tidak dapat dimengerti. Seperti halnya kata “bumi” jika berdiri sendiri maksud dari kalimat tersebut tidak dapat dimengerti, berbeda jika kita sertakan kata “bulat” yang merupakan khobar, maka kalimat tersebut dapat dimengerti.

Mubtada’ terbagi menjadi dua bagian yaitu mubtada’ dhohir dan mubtada’ dhomir. Contohnya:

القِطَارُ سَرِيْعٌ            (Mubtada’ Dhohir)

هُوَ نَائِمٌ                 (Mubtada’ Dhomir)

Khobar terbagi menjadi dua bagian yaitu khobar mufrod dan khobar jumlah (Jumlah Ismiyyah, Jumlah Fi’liyyah dan Syibhul Jumlah “dhorof dan jar majrur”). Contohnya:

الأَرْضُ مُسْتَدِيْرَةٌ                        (Khobar Mufrod)

محمد صَاحِبَتُهُ مُجْتَهِدٌ                    (Khobar Jumlah Ismiyyah)

Khobar Jumlah Ismiyyah adalah khobar yang terdiri dari jumlah ismiyyah, pengertian tentang jumlah ismiyyah itu sendiri adalah jumlah atau kalimat yang tersusun dari mubtada’ khobar

اَحْمَدٌ قَامَ اَبُوْهُ                           (Khobar Jumlah Fi’liyyah)

Khobar Jumlah Fi’liyyah adalah khobar yang terdiri dari jumlah fi’liyyah, pengertian tentang jumlah fi’liyyah itu sendiri adalah jumlah atau kalimat yang tersusun dari fi’il fa’il.

الأُسْتَاذُ اَمَامَ الْفَصْلِ                    (Khobar Syibhul Jumlah Dhorof)

Khobar Syibhul Jumlah Dhorof adalah khobar yang menyatakan tempat atau zaman.

التَّلاَمِيْذُ فِيْ المَكْتَبَةِ                      (Khobar Syibhul Jumlah Jar Majrur)

Khobar Syibhul Jumlah Jar Majrur adalah khobar yang tersusun dari  jar majrur.

Nah, seperti itulah kurang lebih pembahasan materi kita yang ketiga kajian ilmu nahwu tentang mubtada’ dan khobar, jika ada kesalahan dalam penulisan, penulis memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pembaca, semoga apa yang sudah kita bahas dan kita pelajari serta penulis jelaskan bisa bermanfaat dan berguna bagi kita semua khususnya teruntuk para pembaca, para pelajar serta para pecinta bahasa Arab di seluruh dunia.

Hammasah, hammasah dan hammasah untuk terus belajar tentang bahasa Arab, karena bahasa Arab adalah bahasa Qur’an dan bahasa Surga. Semoga ilmu yang kita bagi dan kita pelajari bersama dapat berguna, bermanfaat dan barokah bagi sesamanya, Aamiin.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *