Kalimat Verbal dan Kalimat Nominal

Hits: 21

muslimah 1 1 - Kalimat Verbal dan Kalimat Nominal

Lisanuna.com – Pada kesempatan kali ini penulis akan membahas materi ke-empat dalan kajian ilmu nahwu. Pada pertemuan sebelum-sebelumnya, penulis telah membahas materi pertama dalam kajian ilmu nahwu yaitu tentang kata dan jenis-jenisnya yang dalam bahasa Arab disebut الكلمة و أنواعها

Dalam materi pertama penulis telah mengetahui apa itu (اسم) ismun, (فعل) fi’ilun dan (وحرف) harfun. Pada materi kedua penulis telah mempelajari tentang fa’il (فاعل) dan mafulun bih (مفعول به).  Pada materi ketiga penulis pun telah membahas tentang mubtada’ dan khobar (المبتدأ والخبر) .

Mempelajari ketiga materi dasar diatas dalam kajian ilmu nahwu sangatlah penting, karena kedua materi dasar diatas adalah kunci untuk menguasai ilmu nahwu sesuai pengertian ilmu nahwu itu sendiri yaitu ilmu yang membahas tentang struktur kalimat bahasa Arab. Jika dua materi diatas sudah kita kuasai, kita mampu meyusun kalimat dengan kaidah-kaidah bahasa Arab yang baik dan benar.

Dan pada kesempatan kali ini penulis akan membahas tentang jumlah ismiyyah dan jumlah fi’liyyah (جملة اسمية و جملة فعلية). Apa itu jumlah ismiyyah??? dan apa itu jumlah fi’liyyah???, berikut penjelasan beserta contohnya:

كُلُّ جُمْلَةٍ تَتَرَكَبُ مِنْ مُبْتَدَأْ وَخَبَرٍ تُسَمَّي جُمْلَةً اِسْمِيَّة

Setiap kalimat yang tersusun dari mubtada’ dan khobar disebut jumlah ismiyyah. Contohnya:

الدَّارُ وَاسِعَةٌ            (مبتدأ + خبر)

الشَّارِعُ مُزْدَحمٌ          (مبتدأ + خبر)

الطَّرِيْقُ ضَيِّقَةٌ           (مبتدأ + خبر)

Berikut adalah contoh dari jumlah ismiyyah yang tersusun dari mubtada’ dan khobar

كُلُّ جُمْلَةٍ تَتَرَكَبُ مِنْ فِعْلٍ وفَاعلٍ تُسَمَّي جُمْلَةً فعلية

Sedangkan setiap kalimat yang tersusun dari fi’il dan fa’il disebut jumlah fi’liyyah. Contohnya:

لَمَعَ الْبَرْقُ              (فعل + فاعل)

يَسْقُطُ الثَّلْجُ            (فعل + فاعل)

خُذِ الْكِتَابِ            (فعل + فاعل)

Berikut adalah contoh dari jumlah fi’liyyah yang tersusun dari fi’il dan fa’il

Nah, seperti itulah kurang lebih pembahasan materi kita yang ke-empat kajian ilmu nahwu tentang jumlah ismiyyah dan jumlah fi’liyyah, jika ada kesalahan dalam penulisan, penulis memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pembaca, semoga apa yang sudah kita bahas dan kita pelajari serta penulis jelaskan bisa bermanfaat dan berguna bagi kita semua khususnya teruntuk para pembaca, para pelajar serta para pecinta bahasa Arab di seluruh dunia.

Hammasah, hammasah dan hammasah untuk terus belajar tentang bahasa Arab, karena bahasa Arab adalah bahasa Qur’an dan bahasa Surga. Semoga ilmu yang kita bagi dan kita pelajari bersama dapat berguna, bermanfaat dan barokah bagi sesamanya, Aamiin.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *