Istilah – Istilah dalam ilmu Sharf

Hits: 11

ali adhim pewarta nusantara 1 5cf38a7995760e050f328fa3 1 - Istilah - Istilah dalam ilmu Sharf

            Lisanuna.com – sebelum beranjak pada pembahasan ilmu sharf yang lebik komplek. Ada baiknya kita mengetahui dulu istilah – istilah dalam ilmu sharf untuk mempermudah kita dalam memahami materi yang akan dipaparkan kemudin hari

Berikut adalah beberapa istilah yang wajib diketahui orang – orang yang mau belajar ilmu sharf :

  1. Bina’ Kalimah : Kontruksi kata, adalah model – model perangkat pembentuk kata dasar. Dalam kajian ilmu sharaf ada beberapa jenis kontruksi kata yang harus dipahami sebelum mempelajari batang tubuh ilmu sharf. Karena model ini sangat penting sebagai modal belajar tashrif / perubahan bentuk.
  2. Wazn  : Lafadz yang dijadikan patokan, baik komposisi huruf maupun harakatnya. Wazn terdiri dari 3 huruf utama, yakni Fa’ fi’il, ‘Ain Fi’il, dan Lam Fi’il. Semua kata yang akan ditashrif atau di analisis akan dikembalikan patokannya pada wazn. Wazn akan memuat semua unsur batang tubuh sebuah kata, mulai dari komposisi huruf, harakat, ziyadah, dsb.
  3. Mauzun : Lafadz yang dijadikan patokan, sama seperti wazn. Hanya saja mauzun bersifat lebih praktis, karena disuguhkan dengan sebuah kata yang memang sudha termasuk dalam pembahasan wazn tersebut.
  4. I’lal : Proses mengetahui asal – usul sebuah kata yang dinilai tidak komperhensif dengan wazan maupun mauzun. Biasanya ketidak sesuaian ini punya sangkut paut erat dengan model kontruksi kata. Misalkan, adanya huruf illat, adanya huruf yang disyiddah, dan lain sebagainya.
  5. Idgham : Proses penggabungan 2 huruf yang dinilai punya kesamaan. Baik sama persis bentuknya, sejenis makhrajnya, maupun berdekatan makhrajnya. Bedanya dengan idgham dalam ilmu tajwid adalah. Idgham pada ilmu tajwid tidak merubah imla’ kata tersebut, sifatnya hanya secara pelafalan. Sedangkan dalam ilmu sharf, idgham diperkenalkan secara praktis dengan mentasydid huruf dan menghilangkan wujud huruf.
  6. Shighat : Alih fungsi sebuah kata dari kata dasar menjadi kata yang masih punya hubungan dengan kata dasar yang disertai dengan perubahan bentuk kata, tanpa merusak  komposisi kata dasar. Keunikan bahasa arab adalah antara kata dasar dengan sighat lain mempunyai komposisi yang sama, hanya melalui beberapa penambahan huruf atau perubahan harakat.
  7. Mujarrad : Kata dasar yang terbebas dari tambahan / ziyadah. Bahasa Arab memiliki sampai kata dasar yang Mujarrad paling sedikit terdiri dari 3 huruf, dan paling banyak  4 huruf.
  8. Mazid : kata dasar yang sudah merekrut huruf – huruf ziyadah disertai dengan perubahan makna karena penambahan faidah atau makna dari sebuah kata.
  9. Mulhaq : penambahan kata pada bentuk mujarrad dengan tujuan pemadanan agar jumlah huruf nampak sama.
  10. Mabni Majhul : Kata kerja pasif
  11. Mabni Maf’ul : kata kerja aktif
  12. Lazim : kata yang menjadi komponen kalimat  transitif dalam bahasa arab. Kata ini secara mutlak tidak membutuhkan objek sebagai syarat untuk menjadikan kalimat ini mafhum/mufid
  13. Muta’ady : kata yang menjadi komponen kalimat  intransitif dalam bahasa arab. Kata ini secara mutlak membutuhkan objek sebagai syarat untuk menjadikan kalimat ini mafhum/mufid

Sumber :

  1. Diktat ilmu sharf pondok pesantren Nurul Hidayah Al-Falah, Mojokerto
  2. Diktat ilmu i’lal pondok pesantren Nurul Hidayah Al-Falah, Mojokerto
  3. As-Sharf At-Ta’limi
  4. Diktat Ilmu Sharf 1 pondok pesantren Al-Falah, Ploso-Kediri.
a31804e1a14add56df16d3fb9dc55213?s=250&d=mm&r=g - Istilah - Istilah dalam ilmu Sharf
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *