Etika dalam bersastra ala Hasan bin Tsabit

Hits: 16

penyair - Etika dalam bersastra ala Hasan bin Tsabit

إِنِّي لَأَعْجَبُ مِنْ قَوْلٍ غُرِرْتُ بِهِ # حُلْوٍ يُمَدُّ إِلَيْهِ السَّمَعُ وَالبَصَرُ

لَوْتَسْمَعُ العُصْمُ مِنْ صُمِّ الجِبَالِ بِهِ # ظَلَّتْ مِنَ الرَّاسِيَاتِ العُصْمُ تَنْحَدِرُ

كَالخَمْرِ وَالشَّهْدِ يَجْرِى فَوْقَ ظَاهِرِهِ # وَمَا لِبَاطِنِهِ طَعْمٌ وَلَا خَبَرُ

وَكَالسَّرَابِ شَبِيْهًا بِالغَدِيْرِ وَإِنْ # تَبْغِ السَرَابَ فَلَا عَيْنٌ وَلَا أَثَرُ

لَا يَنْبُتُ العُشْبُ عَنْ بَرْقٍ وَرَاعِدًا # غَرَّاءَ لَيْسَ لَهَا سَيْلٌ وَلَا مَطَرُ

Sungguh aku sangat terkejut dengan ucapan yang membuatku tersipu, ucapan yang manis didengar dan dilihat

Jika kamu mendengar suara dari gunung-gunung yang tuli itu,  maka yang akan terlihat dari gunung yang tinggi itu suara yang rendah

Seperti khamr dan madu yang mengalir dari permukannya, sedangkan yang ada didalamnya tidak dapat mencicipi maupun mencobanya

Dan juga seperti fatamorgana di siang hari, jika kau menginginkannya maka matapun tidak dapat melihatnya maupun bekasnya

Rerumputan tidak akan tumbuh hanya dengan kilat dan awan-awan putih, tanpa adanya aliran air mapun hujan

Lisanuna.com – Sedikit cerita mengenai syair ini,Hasan merupakan salah satu penyair dua masa, masa sebelum Islam dan sesudah Islam datang, dan syair ini salah satu karyanya ketika dia sudah masuk Islam, yaitu dibuat ketika Hasan bin Tsabit memberi peringatan kepada Ayas bin Ubaid dan ibunya Ummu Usamah bin Zaid karena kegagalannya dalam perang Khaibar.

Analisis etika sastra dalam syair ini memfokuskan pada pembahasan tentang perjuangan, usaha, keinginan, dan  suatu kenyataan.

Nilai etika sastra kehidupan

Nilai etika sastra kehidupan dalam syair ini adalah, bahwasannya kita sebagai manusia dalam kehidupan didunia tidak akan ada keberhasilan tanpa adanya suatu usaha diibaratkan dalam bait puisinya yang terakhir bahwa jika dalam padang rumput hanya ada kilat dan awan-awan putih, tentu rerumputan itu tidak akan tumbuh tanpa adanya usaha manusia untuk mengalirinya dengan air.

Dan dalam menginginkan sesuatu hendaklah kita mengetahui betul akan hal itu, baik dari segi buruknya maupun baiknya, karena hal yang kita inginkan belum tentu akan berguna dan bermanfaat untuk kita, bahkan mungkin malah kita tidak akan dapat memiikinya, seperti bait syairnya, bahwa jika kita ingin melihat keindahan fatamorgana mungkin kita malah tidak dapat melihatnya bahkan sebatas sisa-sisanya.

Nilai Etika Sosial

Dalam bait syairnya yang kedua, ada nilai sosial yang terdapat didalamnya yaitu, perumpamaan gunung yang tinggi itu seperti orang yang tinggi baik ilmunya maupun jabatannya, namun tingginya ilmu dan jabatan tidak membuatnya meninggikan suaranya ataupun sombong, malah membuatnya rendah hati. Seperti pada kenyataan jika kita berteriak dari gunung tertinggi sekalipun, semakin tinggi gunung itu maka suara yang dihasilkannya akan semakin kecil.

Pun seperti ilmunya, orang yang memiliki ilmu yang tinggi sebenarnya ia tidak menikmati ilmu itu, ilmu itu akan dinikmati oleh orang lain entah itu dari karya atau penemuan yang ia buat ataupun ilmu yang ia ajarkan kembali yang akan memintarkan murid-muridnya. Seperti pembuat arak semakin mahir ia membuat, maka akan semakin banyak penikmatnya, dan seperti segerombolan lebah yang menyimpan madu dalam sangkarnya, yang akhirnya madu itu akan diambil oleh manusia tanpa si lebah mencicipi madu tersebut.

Aliran Sastra dalam Syair Hasan bin Tsabit

Syair Hasan bin Stabit yang berjudul لا ينبت العشب من برق فقط termasuk dalam karya sastra yang menggunakan Aliran Simbolisme, yang dimana dalam pengungkapannya ia menggunakan simbol-simbol seperti gunung yang tinggi adalah orang yang ilmu atau jabatannya tinggi, rerumputan, fatamorgana, dan lain sebagainya.

Namun jika dianalisa lagi, syair ini juga masuk dalam Aliran Impresionisme yaitu aliran dalam sastra yang menekankan pada kesan sepintas tentang suatu peristiwa, kejadian atau benda yang ditemui yang kemudian diserupakan dengan kehidupan manusia.

Sumber:

  • ديوان حسان بن ثابت., دار الكتب العلمية., بيروت-لبنان., الطبعة الثانية 1994م
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *