Dimana ‘Ruang Kerja’ Ilmu Sharf

Hits: 7

2 1 - Dimana 'Ruang Kerja' Ilmu Sharf

Lisanuna.com  – agar tidak salah pemetaan, kita harus tahu terlebih dahulu ruang lingkup ilmu sharf. Saling berkaitan bukan berarti sama. Ini yang sangat sering disalahpahami oleh para pegiat bahasa arab, menyelesaikan permasalahan sharf dengan nahwu, atau sebaliknya. Sharf memiliki ruang kajian yang lebih sempit, yakni pada level kata saja tidak sampai pada level kalimat. Sehingga, bisa disimpulkan bahwa segala sesuatu entah perubahan, pengurangan, atau penambahan yang terjadi dalam suatu kata adalah bagian disitulah ‘ruang kerja’ ilmu sharf.

Tentu saja, ilmu sharf punya porsi masing – masing dalam kata kerja (fi’l) dan kata  benda (Isim). Berikut adalah ruang – ruang kerja ilmu sharf, atau kalian bisa temukan peran ilmu sharf dalam ruang – ruang berikut :

  1. Isim-isim Mutamakkin / Mu’rab : yakni isim – isim yang menerima tanwin tamkin, yakni tanwin yang ‘melegalkan’ kata menjadi kata benda. Mutamakkin adalah istilah para ahli sharf, sedangkan mu’rab adalah istilah ahli nahwu.
  2. Fi’il – Fi’il Mutasharrif : fi’il – fi’il yang bisa di-tashrif (penjelasan tashrif di bab sebelumnya)

Dengan demikian, selain 2 hal diatas perubahan, penambahan, atau apapun yang terjadi bukan ‘tanggung jawab’ ilmu sharf, diantaranya :

  • Nama – nama ‘ajam : yakni nama – nama selain arab.

Contoh : إسماعيل، يونس، عيسى، جبريل،

  • Isim – Isim mabni

Contoh : Dhomir, isim isyarah, isim mausul, dsb.

  • Isim Fi’il : yakni kata – kata yang dianggap isim, namun memiliki poin semantis yang mirip dengan fi’il

Contoh : أفٍّ، صه، إيه، آمين، هيهات

  • Fi’il – fi’il Jamid : Fi’il – fi’il yang tidak bisa ditashrif

Contoh : نَعْمَ، بَئسَ، ليس، عدا

  • Huruf

Contoh : Amil – amil nashib أن، لن، إذن، كي، لام كي.

Dari data diatas, kita bisa mengetahui bahwa ruang sharf sangat besar, karena 5 poin yang dikecualikan bisa dikatakan tidak memiliki porsi yang besar dalam kajian bahasa arab. Isim mutamakkin merupakan mayoritas kata dalam sebuah teks, pun demikian fi’il mutasahrrif. Isim Mutamakkin pun nanti dibagi menjadi 2 bagian, yakni Mutamakkin amkan (Munsharif) dan Mutamakkin ghairu Amkan (Ghairu Munsharif). Dimana Mutamakkin ghairu munsharif pun masih punya hubungan dengan tashrif, yakni pembentukan muannats, wazan fi’il, dsb.

Sumber :

  1. Ash-Sharf At-Ta’limi
  2. Hasyiyah Ibn Hamdun li Alfiyah ibn Malik
  3. Ibn Aqil.
a31804e1a14add56df16d3fb9dc55213?s=250&d=mm&r=g - Dimana 'Ruang Kerja' Ilmu Sharf
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *