Beda Penyusunan Kata dalam Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia

Hits: 9

muslimah - Beda Penyusunan Kata dalam Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia

Lisanuna.com – Pada kesempatan kali ini penulis akan membahas materi kedua dalan kajian ilmu nahwu. Pada pertemuan sebelumnya, penulis telah membahas materi pertama dalam kajian ilmu nahwu yaitu tentang kata dan jenis-jenisnya yang dalam bahasa Arab disebut الكلمة و أنواعها Dalam materi pertama penulis telah mengetahuii apa itu (اسم) ismun, (فعل) fi’ilun dan (وحرف) harfun. Pada materi kedua penulis akan mempelajari tentang fa’il (فاعل) dan mafulun bih (مفعول به).

Mempelajari kedua materi dasar diatas dalam kajian ilmu nahwu sangatlah penting, karena kedua materi dasar diatas adalah kunci untuk menguasai ilmu nahwu sesuai pengertian ilmu nahwu itu sendiri yaitu ilmu yang membahas tentang struktur kalimat bahasa Arab. Jika dua materi diatas sudah kita kuasai, kita mampu meyusun kalimat dengan kaidah-kaidah bahasa Arab yang baik dan benar.

Sekarang penulis akan membahas apa itu fa’il (فاعل) dan mafulun bih (مفعول به)?, dalam penyusunan kalimat bahasa Indonesia kita mengenal istilah S-P-O-K yaitu subyek, predikat, obyek dan keterangan. Jika di bahasa Indonesiakan fa’il (فاعل) adalah subyek sedangkan mafulun bih (مفعول به) adalah obyek.

Akan tetapi penyusunan kalimat bahasa Indonesia dan bahasa Arab memiliki karakter dan gaya penyusunan yang berbeda, jika dalam bahasa Indonesia S-P-O-K yaitu subyek, predikat, obyek dan keterangan, contohnya Andi bermain bola di lapangan. Andi disini menjadi subyek, bermain menjadi predikat, bola menjadi obyek, dan lapangan menunjukkan keterangan tempat, maka penyusunan kalimat dalam bahasa Arab menjadi P-S-O-K yaitu predikat, subyek, obyek dan keterangan. Kita akan langsung beralih ke contoh, perhatikan contoh penyusunan kalimat bahasa Arab dibawah ini:

أَكَلَ مُحَمَّدٌ الرُزَّ فِي المطبخِ                       لَعِبَ عَلِيُّ الكُرَّةَ فِي الميدانِ

Dua contoh diatas adalah contoh penyusunan kalimat dalam bahasa Arab yang tersusun menggunakan struktur P-S-O-K yaitu predikat, subyek, obyek dan keterangan, seperti contoh pertama yaitu (أَكَلَ مُحَمَّدٌ الرُزَّ فِي المطبخِ) kalimat dalam kurung tersebut sudah tersusun sesuai struktur penyusunan kalimat dalam bahasa Arab, dimana kata (أَكَلَ) menjadi predikat, (مُحَمَّدٌ) menjadi subyek, (الرُزَّ) menjadi obyek sedangkan (فِي المطبخِ) menunjukkan keterangan tempat.

Sama halnya dengan contoh yang kedua yaitu (لَعِبَ عَلِيُّ الكُرَّةَ فِي الميدانِ) kalimat dalam kurung tersebut juga sudah tersusun sesuai struktur penyusunan kalimat dalam bahasa Arab, dimana kata (لَعِبَ) menjadi predikat, (عَلِيُّ) menjadi subyek, (الكُرَّةَ) menjadi obyek sedangkan (فِي الميدانِ) menunjukkan keterangan tempat.

Nah, sekarang kita sudah mengetahui apa itu fa’il (فاعل) dan mafulun bih (مفعول به). Sekarang penulis akan membahas dengan sangat singkat tentang pengertian fa’il (فاعل) dan mafulun bih (مفعول به), agar kita lebih mengusai materi kedua ini.

Sebelumnya penulis sudah menjelaskan apa itu fa’il (فاعل) agar lebih singkat untuk memahaminya kita sebut fa’il (فاعل) adalah subyek. Pengertian dari fa’il (فاعل) sendiri adalah:

الفاعل هو اسم مرفوع تقدّم عليه فعل معلوم، ودلّ على الذي فَعلَ فِعلَ

Fa’il adalah isim marfu’ yang terletak setelah fi’il ma’lum untuk menunjukkan pelaku dari suatu pekerjaan.Catatan yang perlu dan harus selalu kita ingat adalah bahwa setiap kata yang berbentuk fa’il pasti marfu’ atau biasa kita sebut dhummah. Dan kedudukan fa’il selalu terletak setelah fi’il dan fi’il itu berbentuk fi’il ma’lum. Contohnya:

ضَرَبَ زَيْدٌ  اَلْكَلْبَ             يَصِيدُ اَلثَّعْلَبُ دَجَاجَةً                   يَكْتُبُ أَحْمَدُ الدَّرْسَ

أَكَلَ مُحَمَّدٌ الخُبْزَ                        شَرِبَ عَلِيُّ المَاءَ                         تَكْنُسُ فَاطِمَةُ الفَصْلَ

Kata yang bergaris bawah adalah fa’il dan setiap kata yang berbentuk fa’il pasti marfu’ atau biasa kita sebut dhummah, seperti yang tertera pada contoh diatas.

Sekarang penulis akan membahas dengan sangat singkat tentang pengertian mafulun bih (مفعول به) , sebelumnya kita sudah menjelaskan apa itu mafulun bih  (مفعول به) agar lebih singkat untuk memahaminya kita sebut mafulun bih  (مفعول به) adalah obyek. Pengertian dari mafulun bih  (مفعول به) sendiri adalah:

المفعول به هي اسم منصوب وقع عليه فعل الفاعل

Mafulun bih  adalah isim manshub yang menjadi sasaran pelaku yang menunjukkan bahwa dia adalah objek.Catatan yang perlu dan harus selalu kita ingat adalah bahwa setiap kata yang berbentuk mafulun bih pasti manshub atau biasa kita sebut fathah. Contohnya:

ضَرَبَ زَيْدٌ  اَلْكَلْبَ             يَصِيدُ اَلثَّعْلَبُ دَجَاجَةً                   يَكْتُبُ أَحْمَدُ الدَّرْسَ

أَكَلَ مُحَمَّدٌ الخُبْزَ                        شَرِبَ عَلِيُّ المَاءَ                         تَكْنُسُ فَاطِمَةُ الفَصْلَ

Kata yang bergaris bawah adalah mafulun bih dan setiap kata yang berbentuk mafulun bih pasti manshub atau biasa kita sebut fathah, seperti yang tertera pada contoh diatas.

Nah, seperti itulah kurang lebih pembahasan materi kita yang kedua tentang ilmu nahwu, jika ada kesalahan dalam penulisan, penulis memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pembaca, semoga apa yang sudah kita bahas serta penulis jeskan bisa bermanfaat bagi kita semua khususnya teruntuk para pelajar dan para pecinta bahasa Arab.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *